• baca jawabannya di sini !
  • donnybu's GPS tracked

Citizen Journalist via Facebook dan Twitter pada Kasus Bom Teroris di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 2009

cj-03

Citizen Journalist (pewarta warga) memainkan peranan yang signifikan ketika terjadi tragedi Jumat berdarah di Jakarta, 17 Juli 2009, saat bom meledak di Hotel J.W. Marriott sekitar pukul 07.45 WIB dan Hotel Ritz Carlton sekitar pukul 07.50 WIB. Layanan social media semacam Facebook dan micro-blogging Twitter menjadi sumber informasi yang mendahului hampir seluruh media arus-utama (mainstream), ketika suatu peristiwa penting terjadi pada detik-detik pertama.

Artikel kali ini akan memaparkan secara ringkas tentang bagaimana saksi mata mengambil peran dan memposisikan dirinya sejajar dengan media arus-utama dalam konteks penyampaian informasi “breaking news“. Contoh penggunaan Twitter dan Facebook oleh saksi mata kejadian pemboman teroris di dua hotel mewah di Jakarta tersebut, juga dipaparkan untuk memberikan gambaran kronologi peran para pewarta warga. Konvergensi dan sinergi, adalah kata kuncinya. Bagaimana paparannya?

-

TWITTER  & FACEBOOK

Sebutlah seorang pengguna Twitter di Indonesia dengan follower lebih dari 700 orang, Daniel Tumiwa, yang saat kejadian memang sedang berada di Ritz Carlton lantai 26 untuk mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya. Ketika bom meledak di kedua hotel tersebut, Daniel mengirimkan posting berbunyi:

“Bom @ marriot and ritz Carlton kuningan Jakarta” (7:51 AM Jul 17th)

cj-01

Postingan dari Daniel tersebut di atas, yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah posting susulan, banyak diklaim sebagai kali pertama informasi tragis di bilangan Mega Kuningan tersebut disebarluaskan ke publik (dan melalui Internet). Menurut Daniel, seperti disampaikannya sendiri pada fitur komentar di sebuah berita pada Kompas Online, lantaran postingannya yang termasuk “breaking news” tersebut, dirinya langsung mendapatkan permintaan wawancara dari sejumlah media internasional, termasuk CNN dan BBC.

Setali tiga uang dengan Twitter, fitur status pada Facebook juga berperan dalam menyebarluaskan berita pemboman tersebut. Harry Deje, yang kebetulan berkantor di Menara Prima, berjarak hanya beberapa puluh meter dari Hotel Rtiz Carlton, melakukan update statusnya di Facebook sebagai berikut:

“RITZ CARLTON meledak!!! kemungkinan genset. ledakan ada 2 kali. kaca2 ancur, ada bbrp korban yg digotong. mega kuningan macet total” (July 17 at 7:58am)

cj-02

Dan sesaat setelah postingannya tersebut di atas, TV One sebagai salah satu stasiun televisi yang pertama kali menurunkan berita tentang kejadian pemboman tersebut, melakukan wawancara dengan Deje. Menurut Deje, yang bekerja pada XL, TV One melakukan wawancara sembari dirinya melakukan evakuasi dari lantai 8 hingga lantai dasar dari menara prima. Wawancara tersebut adalah bagian dari rangkaian pertama breaking news yang diturunkan oleh TV One.

Sebelum melakukan evakuasi, seperti disampaikan oleh Deje melalui SMS kepada saya, bahkan masih sempat mengambil foto Hotel Ritz Carlton yang masih berasap tebal, dan mempostingnya di Facebook. Postingan status maupun foto tersebut, tentunya akan dapat langsung dilihat oleh lebih dari 870 temannya di Facebook. Pastinya, postingan Deje sahabat saya tersebut adalah untuk kali pertama munculnya informasi tentang adanya ledakan di kawasan Mega Kuningan Jakarta yang muncul pada halaman depan akun Facebook saya.

cj-03

[Foto yang diambil menggunakan Blackberry oleh Deje dan di-upload ke Facebook]

-

KIRIM INFO

kiriminfo-bbPara pewarta warga, ternyata tak hanya menggunakan Twitter dan Facebook saja untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi yang dianggapnya penting. Contohnya adalah ketika pada menit-menit pertama yang mendebarkan tersebut, fitur “Kirim Info” pada situs mobile http://m.detik.com yang hanya dapat diakses melalui ponsel tersebut, menjadi salah satu pilihan.

Pada menit-menit pertama setelah kejadian, tepatnya pada pukul 07.56 WIB, sebuah pesan tertulis masuk ke redaksi Detikcom melalui layanan mobile tersebut. Isi pesan tersebut, dalam format e-mail, adalah sebagai berikut:

-

From: Form Administrator
To: Form Administrator ; *** @ agrakom.com ; *** @ staff.detik.com
Sent: Friday, July 17, 2009 7:56 AM
Subject: [detikNews][mdetik] Form Kirim Info Anda

Berikut informasi Info Anda dari pengunjung via mdetik:
===================================
Nama: Amelia
Email: meisy_mes @ ***.com
No. HP: 02193232***
Komentar: :
Ada ledakan di sebelah Hotel JW Marriot Mega Kuningan, belum diketahui penyebab ledakan. Sudah banyak polisi menuju ke lokasi.

emailwarga2

Pesan di atas langsung diterima oleh sejumlah unsur redaksi yang memang standby 24 jam menggunakan Blackberry. Untuk versi online-nya (versi web), Detikcom pertama kali menurunkan berita kejadian pemboman pada pukul 08.07 WIB dengan judul “Ledakan di Dekat JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan”. Lonjakan pengakses pun tak dapat dihindari, sehingga menghasilkan trafik dan keterbacaan halaman (pageviews) mencapai lebih dari 2 kali lipatnya.

cj-04

Sekedar gambaran, untuk kanal berita politik dan peristiwa www.detiknews.com saja (Detikcom dibagi atas beberapa kanal dengan nama domain sendiri, berdasarkan jenis rubrik), pageviews mencapai lebih dari 10.600.000, dengan unique visitors tercatat oleh Nihuo sebanyak 347.000 IP (nomor Internet Protocol), dengan total visit sebanyak 3.100.000 kali. Adapun total seluruh keluarga besar Detikcom saat peristiwa terjadi, mengalami lonjakan unique visitors lebih dari 500.000 IP, dengan pageviews lebih dari 30.800.000. Adapun pada tanggal 17 Juli 2009 tersebut, jumlah bandwidth yang terpakai untuk melayani server Detikcom mencapai 600 Mbps, karena harus mencukupi hingga 100 ribu requests per detiknya!

Kemudian saat hari H hingga H+1 ketika peristiwa pemboman tersebut, layanan m.detik.com diakses oleh lebih dari 81.900 pengunjung (menggunakan ponsel), dengan jumlah kunjungan sebanyak 196.000 kali, menghasilkan lebih dari 1,2 juta pageviews dan dengan rata-rata 6 halaman dibaca per kunjungan. Data diambil dari Google Analytic.

-

INDONESIA UNITE

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia sendiri sudah berada pada urutan ke-7 dunia, dengan total mencapai lebih dari 7.000.000 orang (sumber: checkfacebook.com, 21/07/2009). Jumlah unique visitors Facebook, berdasarkan analisis Google Trends, telah mencapai lebih dari 3.000.000 per hari. Pencapaian tersebut, berdasarkan situs komparasi Alexa.com, mendudukkan Facebook pada posisi nomor wahid (nomor 1) untuk situs yang paling banyak diakses dari Indonesia! Grup Indonesia Unite di Facebook saat tulisan ini dibuat telah diikuti oleh lebih dari 34.500 orang.

cj-05

Twitter sendiri kini walau masih pada urutan nomor 30 untuk situs yang paling banyak diakses dari Indonesia berdasarkan Alexa, terus menunjukkan pertumbuhan. Bahkan menjelang April 2009, Twitter mulai jauh meninggalkan Plurk, layanan sejenis yang lebih dahulu popular di Indonesia. Aksi nasionalisme bangsa Indonesia pengguna Twitter dengan menggunakan kata kunci #indonesiaunite, menurut detikINET, pada Selasa (21/7/2009) sekitar pukul 15.30 WIB bahkan berhasil menduduki posisi pertama pada daftar topik yang paling popular yang diposting di Twitter oleh penggunanya di seluruh dunia.

cj-06

-

KONVERGENSI SINERGI

Berdasarkan hal-hal di atas, maka saya makin yakin bahwa media arus-utama tak lagi memegang kendali mutlak atas eksklusifitas sebuah informasi breaking news. Dan Gillmour menulis dalam bukunya “We The Media: Grassroots Journalism By The People, For The People“, bahwa pewarta warga akan menjadi bagian yang penting dan sejajar dengan media arus-utama dalam hal penyediaan informasi kepada khalayak luas.

Saya pernah melakukan analisis sederhana tentang peran Citizen Journalism vs Mainstream Media (Studi Kasus: Peliputan Peristiwa Terorisme di Mumbai - India). Dari kedua kasus terorisme yang terjadi baik di Jakarta maupun di Mumbai, khususnya pada konteks peran pewarta warga, dapat ditarik kesimpulan bahwa kini sudah eranya para pewarta warga bahu membahu dengan media arus-utama saling bersinergi mendistribusikan informasi.

Sebab saksi mata sebuah peristiwa, dalam era perkembangan teknologi Internet terkini, tak lagi hanya dapat ddiposisikan sebagai nara sumber berita bagi media arus-utama. Saksi mata kini dapat memilih untuk memposisikan dirinya sejajar sebagai media arus-utama dalam konteks penyampaian informasi. Saksi mata juga kini dapat berperan sebagai pewarta warga, yang menulis, mengabadikan gambar (foto dan/atau video) suatu kejadian dan menyampaikan (baca: menyiarkan) kepada khalayak luas.

Jika sudah demikian, maka memang peran pewarta warga, ditambah dengan semakin terkonvergensinya piranti genggam (gadget), ditambah dengan meluasnya penggunaan layanan dan fitur yang dapat digunakan secara mobile (ponsel), membuat dunia ini terasa semakin datar (World is Flat by Thomas L. Friedman) dan seluruh dunia seakan menjadi sebuah perkampungan global (Global Village by Marshall McLuhan).

-

Donny B.U. for Indonesia Unite!

dbu-donnybu-indonesia


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


20 Responses to “Citizen Journalist via Facebook dan Twitter pada Kasus Bom Teroris di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 2009”

  1. Pak dony yang Hotel Ritz Carlton sekitar pukul 09.50 WIB ? bukanya jamnya gak beda jauh sama yang marriot?

  2. salam kenal mas

  3. to supriyanto: terimakasih koreksinya, sudah diperbaiki. salah ketik, berhubung ngantuk :)

    to eko: salam kenal juga :)

  4. membuktikan bahwa web dengan layanan “user generate content” lebih hidup daripada portal berita pada saat2 moment tertentu …

  5. mantabs

    artikel yang menarik
    :)

  6. IndonesiaUnite ’s Official Twitter.

    http://twitter.com/indonesiaunite

    indonesiaunite = Indonesia Bersatu.
    KAMI TIDAK TAKUT.
    We Are Not Afraid.
    Indonesia Unite

  7. pak bagaimana menurut pendapat anda dgn akurasi dari berita citizen journalism?

    kebetulan saya mengangkat tema ini untuk skripsi saya

    mohon pendapatnya

    thx

  8. Tanggapan Kelompok 3

    Menurut kami artikel diatas sangatlah menarik karena dikaitkan dengan penggunaan facebook dan tweeter. Dari artikel diatas dinyatakan bahwa penggunaan facebook, dan tweeter memegang peranan utama dalam menyalurkan informasi, seperti bom Ritz Carlton dan media cetak tidak memegang kendali karena adanya time lag yang terlalu lama untuk menyiarkan suatu kejadian. Biasanya orang lebih beralih untuk melihat ke media internet terlebih dahulu (facebook, tweeter), setelah itu baru kita melihat televisi ataupun koran untuk meyakinkan bahwa berita yang kita dapatkan tersebut benar dan untuk menambah informasi yang kita ingin ketahui.

    UPH
    Hansen Nyoto Setiadi (04120089089)
    Patricia Chandra (04120080010)
    Avindya Dessy Ersalina (04120080045)
    Shintia Oktaviana (04120080054)

    link:

  9. Tanggapan Kelompok 3

    Menurut kami artikel diatas sangatlah menarik karena dikaitkan dengan penggunaan facebook dan tweeter. Dari artikel diatas dinyatakan bahwa penggunaan facebook, dan tweeter memegang peranan utama dalam menyalurkan informasi, seperti bom Ritz Carlton dan media cetak tidak memegang kendali karena adanya time lag yang terlalu lama untuk menyiarkan suatu kejadian. Biasanya orang lebih beralih untuk melihat ke media internet terlebih dahulu (facebook, tweeter), setelah itu baru kita melihat televisi ataupun koran untuk meyakinkan bahwa berita yang kita dapatkan tersebut benar dan untuk menambah informasi yang kita ingin ketahui.

    UPH
    Hansen Nyoto Setiadi (04120089089)
    Patricia Chandra (04120080010)
    Avindya Dessy Ersalina (04120080045)
    Shintia Oktaviana (04120080054)

    link:
    http://blueofrainbow.blogdetik.com/

  10. Tanggapan Kelompok kami terhadap artikel “Citizen Journalist via Facebook dan Twitter pada Kasus Bom Teroris di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 2009”, yaitu:

    Perkembangan Facebook dan microblogging seperti Twitter sudah mengalami perubahan. Sebelumnya status yang di update di Facebook ataupun Twitter seputar hal-hal personally yang menunjukan keberadaan atau jati diri seseorang. Misalnya sedang hangout bersamam teman di Mall. Tetapi sekarang ini Facebook dan Twitter dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai media informasi terhadap berita-berita yang terbaru. Artikel ini membahas mengenai kasus pengeboman Ritz-Carlton dan JW Marriot yang disebarluaskan via Facebook dan Twitter pada detik-detik awal kejadian. Isu ini menjadi dominan untuk dibicarakan karena hal ini sebelumnya sangat jarang terjadi. Perlu disadari bahwa perkembangan teknologi komunikasi era ini sudah berkembang pesat jauh dari yang pernah terbayang karena media blogging tersebut dengan cepat mampu menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan orang lain, bahkan menandingi media massa pada umumnya. Terbukti di dalam kasus ini, Daniel setelah melakukan posting di dalam facebooknya, ia langsung mendapatkan permintaan wawancara oleh media internasional, yakni BBC dan CNN. Media massa pada umumnya belum tentu dapat langsung mengupdate berita tersebut terbentur dengan masalah waktu dan waktu terbit (media cetak). Melalui status di facebook, breaking news lebih cepat tersampaikan kepada khalayak. Berarti bahwa posting status tersebut menjadi hal yang sangat krusial dalam kontennya perkembangan teknologi komunikasi karena menjadi perhatian banyak orang, terutama yang menjadi teman dalam facebook yang dapat langsung melihat status tersebut.
    Dalam artikel ini disampaikan bahwa saksi mata mengambil peran dan memposisikan dirinya sejajar dengan media arus utama. Kelompok kami setuju dengan pernyataan tersebut Karena setiap orang tidak perlu menunggu sampai media massa menyebarkan berita tetapi dapat langsung bertindak menyebarluarkan berita yang diketahuinya penting untuk masyarakat luas. Seperti yang diungkapkan oleh Harry Deje melalui postingnya mengenai ledakan tersebut, setelah posting itu disebarkan, media TV One melakukan pemberitaan pertama yang disebarkan melalui televisi denga mewawancarai Deje. Pemberitaan tersebut merupakan breaking news pertama dan dengan menghadirkan saksi mata sehingga informasi yang disampaikan akan lebih kronologis dan factual. Ini membuktikan bahwa media utama selangkah tertinggal dari pemberitaan via facebook. Jadi sesungguhnya berita melalui posting akan lebih apa adanya dan kronologis. Tidak diragukan lagi bahwa pengikut facebook sangat banyak sehingga semakin banyak orang yang dapat membaca satus-status dalam jejaring sosial tersebut. Di tambah lagi banyak orang yang menggunakan blackberry khususnya di Indonesia yang dampaknya akan semakin cepat akses dalam mendapatkan informasi via status di facebook maupun twitter. Berdasarkan alexa.com, jumlah pengguna facebook di Indonesia sudah berada pada posisi ke-7 tingkat dunia yang totalnya mencapai 7.000.0000 orang. Dalam hal penyediaan informasi kepada khalayak, warga masyarakat sudah menjadi bagian yang sama pentingnya dan sejajar dengan media massa (dikutip dari buku “We The Media- Dan Gillmour”). Berdasarkan alasan alasan di atas, peranan media massa mulai mengalami penurunan karena tidak dapat lagi memegang kendali dalam penyampaian breaking news.

    UPH

    Pertekom (AEF)

    Nama kelompok :
    Aurelia marchella (04120060071)
    Angeline (04120080038)
    Devy Fitrya (04120080006)
    Ellen Sean (04120080068)

    URL BLOG : http://girlpower.blogdetik.com/2009/10/09/uts-pertekkom/

  11. UPH

    pertekom

    AEF

    Notoaryowibowo 04120050092
    Ardiansyah Jakaputranto 0412005

    http://cyberjournalismclassss.blogdetik.com/2009/10/09/mengakses-teknologimengakses-teknologi/

    Untuk mendapat berita yang update seperti kejadian yang besar ini kita harus mencari informasi yang terpercaya dan aktual. Dulu orang hanya mengandalkan berita dari media cetak, televisi, radio dan sms. Tetapi sekarang kita bisa mengakses melalui internet, twiter dan facebook adalah situs jaringan sosial, Indonesia adalah negara kepulauan yang untuk saat akses jaringan internet belum masuk ke daerah-daerah. Tetapi dengan menggunakan Handphone kita bisa mendapatkan akses media, contohnya blackberry. bahwa pewarta warga akan menjadi bagian yang penting dan sejajar dengan media arus-utama dalam hal penyediaan informasi kepada khalayak luas. Kita bisa mendengarkan radio Elshinta dimana para pendengar radio bisa memberi informasi ke masyarkat luas melalui sms atau telp. Begitu juga dengan media portal, kita bisa mengakses berita melalui jaringan sosial. Dengan canggihnya teknologi mobile kita bisa memberi informasi ke masyarakat luas tanpa detil. karena orang yang berada di tempat kejadian lebih cepat daripada wartawan yang untuk datang meliput, karena kecepatan dalam informasi sangat dibutuhkan.

  12. UPH
    Nama Kelompok:-Gracia Vega(04120080002)
    -Merika Prisilia(04120080057)

    http://gno22.blogdetik.com/

    Pada Kasus Bom JW.Marriot dan Ritz Calton dalam FB dan twitter kita dapat melihat dimana era digital sangat berperan pada zaman sekarang ini dimana suatu berita dapat ter-ekspos dengan cepatnya dalam media digital yang ada saat ini karena dari status update seseorang dapat dilihat secara cepat oleh banyak orang, Sehingga dapat dikatakan era digital sangat membantu cepatnya akses informasi itu sendiri saat ini. Dan dengan adanya hal tersebut, maka hal tersebut juga dapat membantu setiap orang mengakses suatu informasi secara mudah dan cepat. Dan penggunaan era digital tidak sepenuhna dapat dikatakan sebagai hal yang negatif seperti yang sering kita dengar, karena seperti yang kita lihat pada media diatas dimana pada penggunaanya pun berhasil membuahkan hal yang positif sebagai penyebaran informasi.

  13. Menurut kelompok kami, kegiatan Citizen journalism Pada dasarnya sama dengan jurnalisme mainstream media, tidak ada yang berubah dari kegiatan jurnalisme yang didefinisikan seputar aktivitas mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan berita, Sesuai dengan pengertian citizen journalism menurut Shayne Bowman dan Chris Willis ‘…the act of citizens playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information”.

    yang menjadi perbedaan dalam mainstream media hanyalah pada orang yang melakukan aktivitas tersebut adalah wartawan. Dalam citizen journalism kini publik juga bisa ikut serta melakukan hal-hal yang biasa dilakukan wartawan di lembaga media. Jadi saat ini masyarakat tidak lagi dipandang hanya sebagai narasumber dari media mainstream, tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sama dengan jurnalis media mainstream.

    Dari kasus Citizen bom di hotel Ritz Carlton dan J.W. Mariott pada tanggal 17 juli 2009, kita dapat melihat bahwa Journalist (pewarta warga) memainkan peranan yang sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Bahkan para junalis warga menyebarkan inforasi lebih cepat dibanding dengan media mainstream.

    Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Layanan sosial seperti facebook dan twitter atau layanan sosial lainya dapat membantu menyebarkan informasi secara efektif dan cepat kepada masyarakat. Karena saksi mata suatu peristiwa atau kejadian, saat ini dapat memposisikan dirinya sebagai jurnalist warga yang dapat menulis info, menyebarkan gambar, dan menyiarkan kepada publik, atau bahkan bekerja sama dengan media mainstream untuk memberikan informasi kepada khalayak.

    UPH
    Kelas Cyber Journalism (kode kelas: AGE)
    Dion Agasi (04120070139)
    Rian Dwitiaramadhan (04120070005)
    Suhartina Sindukusumo (04120070022)
    http://stylehungry.blogdetik.com/

  14. Tidak menutup kemungkinan kedudukan citizen journalism akan mengeser posisi media-media yang menjadi arus utama informasi saat ini. Ini dilihat dari segi kecepatan yang susah untuk diungguli oleh media. Ditambah si saksi mata dapat dengan mudah memposisikan diri sebagai si sumber berita karena dia memang memiliki keuntungan akan itu. Tetapi bukan berarti apa yang disajikan oleh citizen journalism pasti akurat dan benar adanya. Kita juga harus memperhatikan faktor-faktor lain yang disajikan apakah hal itu mendukung pembenaran info yang disajikan. kalau melalui FB ataupun twitter, kita bisa menanyakan kejelasan dengan memberikan komentar di situsnya. Dan tidak ketinggalan, ada kesulitan lain yang mungkin dihadapi oleh citizen journalism, mungkin mengakses internet adalah hal yang mudah di jaman sekarang, tetapi untuk kalangan bawah, mengakses internet masih merepotkan mereka.

    Kalau membahas situs online yang pembacanya menigkat akan pemberitaan itu,itu merupakan hal yang wajar. Berita pemboman tidak bernah basi untuk diketahui. Masyarakat tentunya akan memilih sumber info yang dapat memberikan info secara cepat kepada mereka. tetapi pada saat pemberitaan itu telah merosot,perlahan-lahan pembaca akan kembali ke kondisi semula.

    UPH, Kelompok 1
    Cyber Journalism

    Soraya Larasati
    Roby Wijaya
    Raisa Sugandi
    Juventia Vicky Riana

    url blog : http://knowshare.blogdetik.com/

  15. Dalam era kemajuan teknologi saat ini, citizen journalism dapat berperan dalam menyampaikan informasi. Apalagi jika mereka adalah saksi mata sebuah peristiwa, mereka dapat berperan sebagai citizen journalism yang menulis berita dengan didukung oleh bukti berupa foto atau video kejadian. Kemudian disiarkan kepada masyarakat melalui facebook, twitter, detikcom, atau versi online lainnya. Hal ini sangat membantu orang lain untuk mengetahui peristiwa terbaru yang sedang terjadi. Tanpa harus menunggu mereka diwawancarai oleh suatu media, saksi mata bisa langsung menyampaikan peristiwa yang baru saja mereka saksikan.

    Manfaatnya bagi masyarakat adalah memungkinkan khalayak mengetahui apa yang sedang terjadi sehingga khalayak dapat bertindak. Misalnya, apabila media belum menyiarkan berita tentang ledakan di dekat JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan, saksi mata bisa menyampaikan lebih cepat tentang peristiwa tersebut lewat postingan facebook dengan menggunakan Blackberry. Bagi mereka yang sedang berada di kawasan peristiwa tersebut, hal ini merupakan informasi yang sangat penting. Pengguna jalan dapat mengetahui bahwa telah terjadi ledakan di kawasan Mega Kuningan sehingga macet total. Selain itu, masyarakat yang memiliki kerabat keluarga yang sedang berada di hotel tersebut, dapat segera mencari tahu keadaan kerabat mereka. Begitu juga dengan korban yang selamat, mereka bisa menjadi citizen journalism, dengan menceritakan kejadian tersebut lewat media online.

    Kredibilitas citizen journalism memang masih dipertanyakan, namun dengan banyaknya bukti belakangan ini, semua orang tidak perlu menjadi jurnalis ataupun memiliki kemampuan mencari dan menulis berita (reporter) untuk menyampaikan (menyiarkan) suatu peristiwa. Bahkan, masyarakat pun sangat membutuhkan dan meyakini pewarta warga, mengingat kecepatan berita sangat dibutuhkan. Terlebih lagi, pewarta warga adalah saksi mata suatu peristiwa dan didukung oleh bukti seperti foto dan video kejadian. Maka, kelompok kami yakin bahwa perkembangan teknologi akan membantu pewarta warga dalam menyampaikan informasi.

    UPH
    Cyber Journalism (AGE)
    Fransiska Herawan (04120070016)
    Orivia Tanu W. (04120070017)
    Melinda Yuliani (04120070043)
    Firna Fransiska (04120070053)

     personalstyle.blogdetik.com

  16. UPH - Cyber Journalism
    http://bagusjefftesavenes.blogdetik.com/

    Bagus ramadhan - 04120070144
    Jefferson kurniawan - 0120070128
    Natasya abigail - 0412070031
    Venesia brilliant - 04120070113

    Sekarang sebagian besar orang, tidak hanya yang berprofesi sebagai jurnalis atau wartawan bisa dan mampu memberikan informasi atau berita penting dari manapun serta kapan pun.
    Hal ini sangat didukung oleh perkembangan teknologi, karena adanya perkembangan teknologi seperti ponsel yang berkamera, memiliki layanan internet, serta dapat dengan mudah menerima pesan membuat masyarakat memberikan informasinya, terlebih lagi ponsel yang sekarang sudah terkoneksi dengan internet.
    Selain itu, layanan internet, entah itu jaringan sosial, berita, maupun komunitas dapat dijadikan wadah untuk menampung apa yang mau dikatakan oleh masyarakat (entah isinya, curhatan, hal-hal tidak penting, hingga berita penting sekalipun..) jadi kalau menurut kami setiap orang bisa menjadi jurnalis…sebagai contoh..kejadian bom kuningan diatas…rekaman tergelincirnya pesawat lion di jakarta yang direkam dari ponsel penumpangnya….beberapa rekaman tepat ketika gempa di padang…kami sendiri terkadang memberikan info berupa foto2 maupun tulisan2 seperti kemacetan di jalan ataupun ada kecelakaan dengan mudah diupload melalui handphone ke facebook.
    Jadi, intinya sekarang penyebaran informasi sudah “tidak baku lagi”(maksudnya kalau dulu kita hanya menerima saja dari TV, radio, maupun koran) karena sekarang sudah hadir media yang paling “spektakuler” yakni internet karena dengan cepat, mudah dan efisien orang dapat jadi citizen journalism. Seperti kata Pak Donny sendiri, bahwa kini sudah eranya para pewarta warga bahu membahu dengan media arus-utama saling bersinergi mendistribusikan informasi.

  17. UPH
    Ardiansyah Jaka Putranto
    04120050196
    kelas : AEF

    pertumbuhan web 2.0 dan social media pada kasus ini adalah salah satu contoh perkembangan teknologi komunikasi yang merubah gaya komunikasi kita.
    setiap orang sekarang telah menjadi prosumer, yaitu orang yang mem-produce informasi dan meng-konsumsi informasi juga.sekarang, arus komunikasi massa sudah tidak lagi terkontrol oleh para produsen media lama seperti koran dan televisi. social media telah memberikan kita “power” untuk menggunakan jalur alternative (internet) komunikasi apabila jalur utama (koran dan media lama) membuat kita tidak puas.
    kentungan dari phenomena ini adalah informasi yang kita peroleh tidak lagi dimonopoli oleh media lama, yang mengakibatkan kita menjadi lebih sulit untuk dimanipuasi oleh informasi. kedua, arus komunikasi menjadi lebih cepat.
    kekurangannya adalah larena informasi yang mengalir sangat banyak, maka sangatlah sulit untuk kita sebagai “receiver” untuk memilih mana informasi yang kredibel. dan juga, karena receiver dan laju informasi di channel ini sangat besar dan cepat maka informasi yang negatif pun akan dengan mudahnya tersebar padahal mungkin informasi itu tidak benar.
    disitulah letak dilema permasalahan ini.

  18. Citizen journalism yang mementingkan peran warga sipil dalam penyebaran suatu berita memang semakin banyak ditemui. Terutama dengan adanya konvergensi alat yang memungkinkan masyarakat non-jurnalis untuk mengkases berita kapan saja dan di mana saja. Konvergensi alat yang saat ini popular memunculkan teknologi smartphone. Dengan satu alat ini, masyarakat dapat mengakses media online setiap saat.
    Sebagai konsekuensi dari hal tersebut, masyarakat turut melakukan tindak citizen journalism di mana mereka juga bertindak sebagai produsen suatu berita di media internet. Dengan kemampuan atau pengetahuan jurnalistik yang terbatas (dibandingkan dengan jurnalis professional), warga berusaha membagi apa ang mereka lihat dan rasakan saat itu di tempat tertentu kepada masyarakat luas di kancah internet. Karena tidak semua masyarakat dapat berlokasi di tempat yang sama dalam waktu yang sama, informasi akan kejadian yang mengambil tempat di wilayah lain menjadi sebuah informasi berharga bagi orang lain yang berada di tempat berbeda.
    Hal inilah yang terjadi saat bom kuningan terjadi. Berawal dari keinginan untuk berbagi apa yang sedang terjadi di tempat ia berada, berita (status) yang ia terbitkan berlanjut menjadi liputan panjang yang dilakukan oleh jurnalis-jurnalis professional dari berbagai macam media.
    Tingkat kecepatan akses berita pada media internet memang tidak dapat diragukan lagi. Terbukti hal ini dapat mendorong peliputan yang lebih mendalam dan menyeluruh dari media lain. Walaupun tingkat kepercayaan pada pemberitaan citizen journalism masih lebih rendah dibandingkan jurnalistik professional di berbagai media, namun tidak bisa dielakkan bahwa tingkat kecepatan akses masyarakat terhadap dunia internet dapat membantu prose peliputan media lain.
    Dari segi aktualitas, media cetak memang tidak akan mampu menandingi kecepatan media elektronik dalam hal menyiarkan berita. Meski begitu, media cetak tetap bisa mengedepankan sisi lain yang menjadi kelebihannya, yaitu aspek kedalaman informasi. Radio memang luar biasa cepat dalam mengendus informasi dan segera menyiarkan kepada pendengarnya. Karena itulah, radio disebut sebagai alerting medium, yaitu media pertama yang menyampaikan kepada khalayak tentang apa yang terjadi meskipun hanya berupa gasir besar. Sedangkan, televisi dengan aspek visualnya mampu menjadi involving medium, yaitu media yang mampu mengikat emosi pemirsanya lebih kuat dibanding bentuk media lainnya. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa setiap media memiliki kelebihan masing-masing.
    Hal-hal yang penting diperhatikan dalam cyber journalism adalah ia mengedepankan kecepatan berita tanpa sempat menggali berita tersebut.

    UPH - Cyber Journalism
    Kelompok 2:
    Claudia (04120070107)
    Valentshia Lim (04120070059)
    Meisia Febriany (04120070074)
    Lita Lewa (04120070027)
    Stacia C. Yakhin (04120070091)
    Ferina (04120070051)
    http://www.ngintipjakarta.blogdetik.com

  19. Tanggapan kami setelah membaca artikel diatas sesuai dengan pendekatan Cyber Journalism :
    1. Sesuai dengan perkembangan teknologi, masyarakat bisa mengakses informasi yang sedang terjadi secara bebas tergantung dengan kondisi yang sedang terjadi. ‘
    2. Dengan adanya situs jejaring sosial seperti “twitter”, “facebook” terbukti berguna untuk bertukar informasi dan menurut kelompok kami, penyebaran informasi melalui “status” di situs tersebut lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan informasi yang disajikan media Tv, Radio, Cetak. hal ini juga didukung oleh faktor kemudahan website tersebut diakses dengan handphone dimana “handphone” adalah suatu benda yang tidak mungkin jauh dari penggunanya. secara sederhana seberapa sering pengguna menggunakan handphone nya, sesering itu juga dia mengkases situs “twitter” atau “facebook”.
    3. Setiap masyarakat terutama saksi mata dari suatu kejadian dapat berpartisipasi/berperan sebagai “Citizen Journalism” yang dapat mendukung masyarakat dalam mencari informasi dengan mudahnya.
    Namun, dengan kemudahan dan kecepatan yang ada belum tentu setiap berita yang di publikasikan tingkat keakuratan dan kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.

  20. [...] kasus serangkaian ledakan bom teroris yang berlokasi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, postingan informasi pertama kali dilakukan oleh seorang pengguna Twitter yang tengah berada di lokasi, sesaat setelah ledakan [...]

Leave a Reply