Citizen Journalist via Facebook dan Twitter pada Kasus Bom Teroris di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 2009

22 Jul 2009

cj-03

Citizen Journalist (pewarta warga) memainkan peranan yang signifikan ketika terjadi tragedi Jumat berdarah di Jakarta, 17 Juli 2009, saat bom meledak di Hotel J.W. Marriott sekitar pukul 07.45 WIB dan Hotel Ritz Carlton sekitar pukul 07.50 WIB. Layanan social media semacam Facebook dan micro-blogging Twitter menjadi sumber informasi yang mendahului hampir seluruh media arus-utama (mainstream), ketika suatu peristiwa penting terjadi pada detik-detik pertama.

Artikel kali ini akan memaparkan secara ringkas tentang bagaimana saksi mata mengambil peran dan memposisikan dirinya sejajar dengan media arus-utama dalam konteks penyampaian informasi “breaking news“. Contoh penggunaan Twitter dan Facebook oleh saksi mata kejadian pemboman teroris di dua hotel mewah di Jakarta tersebut, juga dipaparkan untuk memberikan gambaran kronologi peran para pewarta warga. Konvergensi dan sinergi, adalah kata kuncinya. Bagaimana paparannya?

-

TWITTER & FACEBOOK

Sebutlah seorang pengguna Twitter di Indonesia dengan follower lebih dari 700 orang, Daniel Tumiwa, yang saat kejadian memang sedang berada di Ritz Carlton lantai 26 untuk mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya. Ketika bom meledak di kedua hotel tersebut, Daniel mengirimkan posting berbunyi:

Bom @ marriot and ritz Carlton kuningan Jakarta (7:51 AM Jul 17th)

cj-01

Postingan dari Daniel tersebut di atas, yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah posting susulan, banyak diklaim sebagai kali pertama informasi tragis di bilangan Mega Kuningan tersebut disebarluaskan ke publik (dan melalui Internet). Menurut Daniel, seperti disampaikannya sendiri pada fitur komentar di sebuah berita pada Kompas Online, lantaran postingannya yang termasuk breaking news tersebut, dirinya langsung mendapatkan permintaan wawancara dari sejumlah media internasional, termasuk CNN dan BBC.

Setali tiga uang dengan Twitter, fitur status pada Facebook juga berperan dalam menyebarluaskan berita pemboman tersebut. Harry Deje, yang kebetulan berkantor di Menara Prima, berjarak hanya beberapa puluh meter dari Hotel Rtiz Carlton, melakukan update statusnya di Facebook sebagai berikut:

RITZ CARLTON meledak!!! kemungkinan genset. ledakan ada 2 kali. kaca2 ancur, ada bbrp korban yg digotong. mega kuningan macet total (July 17 at 7:58am)

cj-02

Dan sesaat setelah postingannya tersebut di atas, TV One sebagai salah satu stasiun televisi yang pertama kali menurunkan berita tentang kejadian pemboman tersebut, melakukan wawancara dengan Deje. Menurut Deje, yang bekerja pada XL, TV One melakukan wawancara sembari dirinya melakukan evakuasi dari lantai 8 hingga lantai dasar dari menara prima. Wawancara tersebut adalah bagian dari rangkaian pertama breaking news yang diturunkan oleh TV One.

Sebelum melakukan evakuasi, seperti disampaikan oleh Deje melalui SMS kepada saya, bahkan masih sempat mengambil foto Hotel Ritz Carlton yang masih berasap tebal, dan mempostingnya di Facebook. Postingan status maupun foto tersebut, tentunya akan dapat langsung dilihat oleh lebih dari 870 temannya di Facebook. Pastinya, postingan Deje sahabat saya tersebut adalah untuk kali pertama munculnya informasi tentang adanya ledakan di kawasan Mega Kuningan Jakarta yang muncul pada halaman depan akun Facebook saya.

cj-03

[Foto yang diambil menggunakan Blackberry oleh Deje dan di-upload ke Facebook]

-

KIRIM INFO

kiriminfo-bbPara pewarta warga, ternyata tak hanya menggunakan Twitter dan Facebook saja untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi yang dianggapnya penting. Contohnya adalah ketika pada menit-menit pertama yang mendebarkan tersebut, fitur “Kirim Info” pada situs mobile http://m.detik.com yang hanya dapat diakses melalui ponsel tersebut, menjadi salah satu pilihan.

Pada menit-menit pertama setelah kejadian, tepatnya pada pukul 07.56 WIB, sebuah pesan tertulis masuk ke redaksi Detikcom melalui layanan mobile tersebut. Isi pesan tersebut, dalam format e-mail, adalah sebagai berikut:

-

From: Form Administrator
To: Form Administrator ; *** @ agrakom.com ; *** @ staff.detik.com
Sent: Friday, July 17, 2009 7:56 AM
Subject: [detikNews][mdetik] Form Kirim Info Anda

Berikut informasi Info Anda dari pengunjung via mdetik:
===================================
Nama: Amelia
Email: meisy_mes @ ***.com
No. HP: 02193232***
Komentar: :
Ada ledakan di sebelah Hotel JW Marriot Mega Kuningan, belum diketahui penyebab ledakan. Sudah banyak polisi menuju ke lokasi.

emailwarga2

Pesan di atas langsung diterima oleh sejumlah unsur redaksi yang memang standby 24 jam menggunakan Blackberry. Untuk versi online-nya (versi web), Detikcom pertama kali menurunkan berita kejadian pemboman pada pukul 08.07 WIB dengan judul Ledakan di Dekat JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan. Lonjakan pengakses pun tak dapat dihindari, sehingga menghasilkan trafik dan keterbacaan halaman (pageviews) mencapai lebih dari 2 kali lipatnya.

cj-04

Sekedar gambaran, untuk kanal berita politik dan peristiwa www.detiknews.com saja (Detikcom dibagi atas beberapa kanal dengan nama domain sendiri, berdasarkan jenis rubrik), pageviews mencapai lebih dari 10.600.000, dengan unique visitors tercatat oleh Nihuo sebanyak 347.000 IP (nomor Internet Protocol), dengan total visit sebanyak 3.100.000 kali. Adapun total seluruh keluarga besar Detikcom saat peristiwa terjadi, mengalami lonjakan unique visitors lebih dari 500.000 IP, dengan pageviews lebih dari 30.800.000. Adapun pada tanggal 17 Juli 2009 tersebut, jumlah bandwidth yang terpakai untuk melayani server Detikcom mencapai 600 Mbps, karena harus mencukupi hingga 100 ribu requests per detiknya!

Kemudian saat hari H hingga H+1 ketika peristiwa pemboman tersebut, layanan m.detik.com diakses oleh lebih dari 81.900 pengunjung (menggunakan ponsel), dengan jumlah kunjungan sebanyak 196.000 kali, menghasilkan lebih dari 1,2 juta pageviews dan dengan rata-rata 6 halaman dibaca per kunjungan. Data diambil dari Google Analytic.

-

INDONESIA UNITE

Jumlah pengguna Facebook di Indonesia sendiri sudah berada pada urutan ke-7 dunia, dengan total mencapai lebih dari 7.000.000 orang (sumber: checkfacebook.com, 21/07/2009). Jumlah unique visitors Facebook, berdasarkan analisis Google Trends, telah mencapai lebih dari 3.000.000 per hari. Pencapaian tersebut, berdasarkan situs komparasi Alexa.com, mendudukkan Facebook pada posisi nomor wahid (nomor 1) untuk situs yang paling banyak diakses dari Indonesia! Grup Indonesia Unite di Facebook saat tulisan ini dibuat telah diikuti oleh lebih dari 34.500 orang.

cj-05

Twitter sendiri kini walau masih pada urutan nomor 30 untuk situs yang paling banyak diakses dari Indonesia berdasarkan Alexa, terus menunjukkan pertumbuhan. Bahkan menjelang April 2009, Twitter mulai jauh meninggalkan Plurk, layanan sejenis yang lebih dahulu popular di Indonesia. Aksi nasionalisme bangsa Indonesia pengguna Twitter dengan menggunakan kata kunci #indonesiaunite, menurut detikINET, pada Selasa (21/7/2009) sekitar pukul 15.30 WIB bahkan berhasil menduduki posisi pertama pada daftar topik yang paling popular yang diposting di Twitter oleh penggunanya di seluruh dunia.

cj-06

-

KONVERGENSI SINERGI

Berdasarkan hal-hal di atas, maka saya makin yakin bahwa media arus-utama tak lagi memegang kendali mutlak atas eksklusifitas sebuah informasi breaking news. Dan Gillmour menulis dalam bukunya We The Media: Grassroots Journalism By The People, For The People, bahwa pewarta warga akan menjadi bagian yang penting dan sejajar dengan media arus-utama dalam hal penyediaan informasi kepada khalayak luas.

Saya pernah melakukan analisis sederhana tentang peran Citizen Journalism vs Mainstream Media (Studi Kasus: Peliputan Peristiwa Terorisme di Mumbai - India). Dari kedua kasus terorisme yang terjadi baik di Jakarta maupun di Mumbai, khususnya pada konteks peran pewarta warga, dapat ditarik kesimpulan bahwa kini sudah eranya para pewarta warga bahu membahu dengan media arus-utama saling bersinergi mendistribusikan informasi.

Sebab saksi mata sebuah peristiwa, dalam era perkembangan teknologi Internet terkini, tak lagi hanya dapat ddiposisikan sebagai nara sumber berita bagi media arus-utama. Saksi mata kini dapat memilih untuk memposisikan dirinya sejajar sebagai media arus-utama dalam konteks penyampaian informasi. Saksi mata juga kini dapat berperan sebagai pewarta warga, yang menulis, mengabadikan gambar (foto dan/atau video) suatu kejadian dan menyampaikan (baca: menyiarkan) kepada khalayak luas.

Jika sudah demikian, maka memang peran pewarta warga, ditambah dengan semakin terkonvergensinya piranti genggam (gadget), ditambah dengan meluasnya penggunaan layanan dan fitur yang dapat digunakan secara mobile (ponsel), membuat dunia ini terasa semakin datar (World is Flat by Thomas L. Friedman) dan seluruh dunia seakan menjadi sebuah perkampungan global (Global Village by Marshall McLuhan).

-

Donny B.U. for Indonesia Unite!

dbu-donnybu-indonesia


TAGS indonesiaunite indonesia unite citizen journalism facebook twitter


-

Author

Follow Me