5 Hal “Indonesia Banget” di Konferensi Internasional!

19 Jun 2009

donnybu @ pan all network conference 2009
(donnybu @ PAN Conference, left-down side of the stairs, dark-green shirt)

Sekedar catatan kecil, setidaknya ada 5 hal yang “Indonesia Banget” serta menjadi sorotan para peneliti ICT se Asia-Pasifik dalam ajang PAN All Asia-Pacific Researchers Networking Conference (12-14 Juni 2009) dan Asia Open Net Initiative Researchers Workshop (15-17 Juni 2009) di Wawasan Open University, Penang - Malaysia. Ke-5 hal tersebut adalah:

  1. teknologi wokbolic (wajanbolic) yang didemokan oleh Onno Purbo
  2. kasus pemenjaraan prita mulyasari dalam kerangka penegakan UU ITE
  3. program internet sehat versi komunitas (rakyat)
  4. presentasi “mind-mapping” soal freedom of expression di Indonesia
  5. sarung !

berikut ini penjelasannya:

Untuk yang nomor 1, sila ikuti tautan ini.

Untuk yang nomor 2, saya kebetulan diminta sharing soal bagaimana kebebasan berekspresi di Indonesia dalam konteks media baru. maka saya paparkan beberapa kasus yang kemudian menjadi topik diskusi yang hangat di sesi offline, salah satunya adalah bagaimana UU ITE digunakan untuk menghadapi e-mail komplen dalam kasus prita. sejumlah peneliti dari berbagai negara sampai terkejut dengan kasus yang menimpa prita tersebut.

Untuk yang nomor 3, para peneliti se-Asia melihat bahwa apa yang dilakukan pada program internet sehat versi komunitas (rakyat) tersebut merupakan hal yang memberikan inspirasi bagi mereka untuk melakukan model advokasi sejenis di negara masing-masing. mereka menyukai pendekatan yang bottom-up dengan melibatkan partisipasi dan interaksi publik secara luas dan menggunakan media baru, ketimbang sekedar pendekatan top-down (program pemerintah).

Untuk yang nomor 4, ini sebenarnya cuma masalah kebiasaan saya membungkus presentasi dengan mengedepankan studi kasus, gambar, grafik dan angka ketimbang cuma sekedar teks yang menurut sebagian orang akan menjemukan (silakan tengok beberapa contoh presentasi saya). kebetulan Indonesia kebagian presentasi di sesi terakhir dalam acara sharing di workshop ONI-Asia. beberapa pujian disampaikan oleh sejumlah negara, semisal “presentasi yang paling menarik tampilannya”, “presentasi yang paling lengkap data empirisnya”, dsb-nya. walhasil, sejumlah negara, meminta secara khusus untuk dikirimi via e-mail materi presentasi versi Indonesia tersebut. bahkan usai menyampaikan presentasi, dengan bahasa inggris yang pas-pasan, mereka memberikan applause yang cukup panjang.

presentasi ini sebenarnya adalah rangkuman dari draft laporan akhir penelitian tentang Freedom of Expression (kebebasan berekspresi) melalui media baru, yang akan di-submit pada September 2009 nanti. setelah saya rapihkan/lengkapi/perbaiki presentasi tersebut, sesuai dengan saran/masukan/kritik dari sejumlah negara se-Asia tadi dalam 1-2 minggu ini, saya akan share materi presentasi tersebut ke publik.

Untuk yang nomor 5, ini cukup unik. saat sesi pan-all conference akan berakhir, komite acara kemudian membagi-bagikan sarung dan mendemokan cara pakainya. menurut komite acara, sarung adalah salah satu budaya yang “kemungkinan” asalnya dari budaya malaysia. uniknya, saat sarung tersebut dibagikan, jelas tertera dilabelnya “made in indonesia”! dahsyat memang, melihat sejumlah peneliti dari negara2 tetangga maupun dari kanada, amerika dan sebagainya berpusing-pusing ria untuk menggunakan sarung malaysia buatan indonesia tersebut. hehehe…

-dbu-


TAGS


-

Author

Follow Me