Jurnalisme Warga Berpotensi Merugikan?

15 Feb 2009

jurnalisme-warga1Ada acara menarik yang akan berlangsung di Jogja, pada Rabu (18/2/2009) nanti. Acara tersebut adalah diskusi mengenai Etika Jurnalisme Warga, yang diselenggarakan oleh Dewan Pers. Dalam surat pemberitahuan / informasi yang ada di tangan saya, diskusi tersebut tertulis akan menghadirkan nara sumber sebagai berikut: Bambang Harymurti (anggota Dewan Pers), Roy Suryo (Pakar Teknologi Informatika) dan Budiono Dharsono (Detik.com). Acara akan dibuka oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, MA (Ketua Dewan Pers).

Dari isi surat pemberitahuannya saja, sudah menarik. Apalagi saat proses dan hasil diskusinya yaa! Berikut ini saya kutipkan ‘as-is’ (apa adanya) bagian pengantar dari isi surat tersebut:

Di era media internet dan teknologi modern saat ini, setiap orang secara praktis dapat menjalankan fungsi sebagai jurnalis dan mengelola media sendiri. Dengan hadirnya mailing-list, website, blog, youtube, termasuk ponsel dan teknologi komunikasi sejenis, setiap individu dapat melakukan kegiatan : mencari, mengumpulkan, memiliki, mengolah, dan menyebarkan informasi seperti yang dijalankan jurnalis. Kecenderungan semacam ini dikenal sebagai citizen journalism atau jurnalisme warga.

Fenomena jurnalisme warga memunculkan persoalan tersendiri, mengingat pada umumnya warga memerankan diri sebagai jurnalis tidak dibekali pengetahuan dan etika tentang jurnalisme. Sehingga berpotensi melahirkan informasi yang tidak berkualitas atau merugikan pihak lain. Untuk menguraikan persoalan tersebut, Dewan Pers akan menggelar diskusi mengenai Etika Jurnalisme Warga, pada…..” (dan seterusnya…)

-

(dari isi surat di atas, saya utak-atik jadi judul postingan ini, agar lebih “bunyi” hehehehe…)

Saya akan cuplik pendapat Jean K. Min, Direktur OhmyNews International, yang tertulis dalam laporan berkala Nieman Foundation for Journalism at Harvard :

We believe bloggers can work better with professional assistance from trained journalists. On the other hand, we also believe professional journalists can expand their view and scope greatly with fresh input from citizen reporters. News media as a whole can offer more diverse and rich content to readers by tapping into the wealth of Netizens collective wisdom.

Pertanyaan saya untuk semua, “perlukah jurnalisme warga dibekali pengetahuan dan etika tentang jurnalisme? apa, mengapa dan bagaimana?

nb:

Sayangnya saya sendiri tak akan dapat mengikuti acara di atas, karena telah dijadwalkan untuk hadir pada konferensi Asia Pacific Regional Meeting on Access to Knowledge yang diselenggarakan oleh Consumers International di Kuala Lumpur pada saat yang bersamaan. Jadi bagi rekan2 yang kebetulan datang dan turut berdiskusi, mohon sharingnya saja :)

Sengaja saya tidak sebutkan tempat dan jam pelaksanaan diskusi tersebut, karena saya kuatir acara tersebut bersifat terbatas. Pun postingan ini juga bukan berupa informasi undangan. Jika rekan2 ingin bertanya lebih lanjut tentang acara tersebut, saran saya, mending langsung hubungi saja Dewan Pers :)

-dbu-


TAGS


-

Author

Follow Me