Google Insights untuk Pemilu 2009 (Program Komunikasi / Kampanye Partai Politik)

8 Feb 2009

gi-coverArtikel ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya yang berjudul ‘facebook, effective weapon of public relations. Di tulisan sebelumnya, saya mengatakan bahwa ada 5 senjata utama di Internet yang harus dikuasai oleh para pelaku Public Relations (PR). Setelah facebook sebagai senjata pertama, berikut ini akan saya paparkan secara singkat 1 senjata yang lain, yaitu Google Insights for Search. Saya ambil contoh pemanfaatannya untuk keperluan komunikasi / kampanye Pemilu 2009 di Indonesia nanti.

Fungsi dari Google Insights for Search, bagi keperluan PR, adalah untuk mencari data tentang tren kebutuhan informasi yang ada di masyarakat. Jadi pada saat PR, misalnya, ingin membuat acara media briefing, menyusun strategi pemasaran atau kegiatan ke-PR-an sejenisnya, maka isu-isu yang relevan bisa digali di Google Insights tersebut. Dari situ akan bisa dilihat, isu mana yang benar-benar sedang menanjak, isu mana yang lebih menarik ketimbang yang lain, serta pertimbangan2 lainnya yang relevan.

Konteks penggalian tren-nya juga bisa dipersempit, misalnya hanya untuk Indonesia saja. Bahkan bisa dipersempit lagi hingga skala sub-region tertentu semisal Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Jogjakarta dan lainnya. Tak hanya itu saja, timeframe pencariannya bisa dibatasi. Misalnya untuk 7, 30 atau 90 hari terakhir ataupun 12 bulan terakhir. Tahun yang tersedia juga dari tahun saat ini hingga mundur ke tahun 2004.

-

Contoh Penggunaan

Misalnya saya ingin mencari tahu komparasi berikut ini (saya memilih kata kunci “gerindra”, “prabowo”, “pdip”, “megawati”, “golkar” dan “kalla” hanya untuk memudahkan pemahaman konteks saja) :

gi-01

Maka akan menghasilkan:

gi-02

Kemudian dari grafik di atas, kita harus menggali konteks yang melingkupi kejadian saat itu. Artinya, kita harus melihat pada rentang waktu tertentu, sedang ada kejadian atau peristiwa apa. Berikut ini contoh melengkapi konteks pada grafik di atas:

Tampak bahwa kebutuhan masyarakat (dalam hal ini adalah mereka yang menggunakan Internet) terhadap kata kunci “Gerindra” atau “Prabowo” (warna biru) mulai melesat tinggi di Juni 2008 dan relatif terus berada di posisi mengungguli “PIDP / Megawati” (warna merah) dan “Golkar / Kalla” (warna oranye). Kalau kita ingat, salah satu berita yang menjadi konteks saat itu adalah Partai Gerindra Tidak Takut Image Buruk Terkait Muchdi PR. Di Juli 2008 pencarian “PDIP / Megawati” melonjak tinggi, dengan salah satu berita yang mewarnainya adalah Mega: Mengapa Warga PDIP Gak Bosan Pilih Saya?.

Di Agustus 2008, “PDIP / Megawati” dan “Golkar / Kalla” melonjang tinggi. Ada apa? Mungkin berita ini jawabannya: Peluang Koalisi PDIP-Golkar Besar Bila Mega Tak Nyapres. Lagi “PDIP / Megawati” mengalahkan “Gerindra / Prabowo” pada Januari 2009, dengan nuansa saat itu antara lain Perayaan Natal PDIP Berlangsung Meriah. Kemudian lonjakan tertinggi dari “PDIP / Megawati adalah pada akhir Januari 2009, yang kemungkinan antara lain lantaran Koalisi PKB Gus Dur-PDIP Berlanjut ke Jateng digabung dengan Permadi Mundur dari PDIP, Gerindra Beri Tempat. Sayang, lonjakan tersebut tak membuatnya bertahan dan kemudian anjlok lagi sejajar dengan “Golkar / Kalla” yang berada di bawah “Gerindra / Prabowo”.

-

Lebih Stabil

gi-03Jika kita mau melakukan analisis lebih dalam lagi, maka tidak akan terlalu salah apabila kita melihat bahwa “gerindra / prabowo” adalah kata kunci yang jauh lebih stabil dan lebih unggul (baca: dibutuhkan informasinya), ketimbang yang lain. Bisa jadi karena memang program komunikasi (kampanye)dari Partai Gerindra lebih baik, ataukah karena pengelolaan citranya di dunia maya lebih rapi, atau hal lain yang relevan.

Dari grafik “totals” di atas tertulis bahwa “pdip / megawati” unggul 1 poin (48, angka rata-rata) di atas “gerindra / prabowo”. Tetapi harap di ingat, bahwa kombinasi kata kunci (keyword) “gerindra / prabowo” baru muncul pada Maret 2008 (Partai Gerindra dideklarasikan pada Januari 2008). Sedangkan “pdip / megawati” dan “golkar / kalla” sudah sejak lama (dicari orang).

Kalau rentang pencarian sejumlah kata kunci di atas kita persempit hanya untuk 30 hari terakhir, maka akan didapat fakta sebagai berikut:

gi-04

dengan judul berita yang menonjol sebagai berikut :

gi-06

dengan angka rata-rata :

gi-05

Dari data di atas, bisa kemudian disintesa untuk menghasilkan serangkaian program komunikasi yang dapat mempertahankan citra dari sebuah perusahaan, partai, produk, program atau jasa apapun. Kita bisa melakukan trial-and-error mengenai apa yang disukai dan tidak disukai masyarakat, apa yang bisa membuat mereka merasa membutuhkan, apa yang dapat bertahan vs easy-come-easy-go, dan lainnya.

Pastinya, untuk kata kunci yang ingin Anda gunakan, bisa bervariasi tergantung kebutuhan. Bisa berupa produk, nama alat, merek, tren teknologi, dan sebagainya.

-

Topik Kampanye

Google Insight juga dapat membantu merumuskan topik kampanye yang kira-kira akan didengar oleh masyarakat (sekali lagi, ini dalam konteks mereka yang pengguna Internet dan mencari informasi melalui Google). Mari kita coba kata kunci berikut ini:

gi-09

dengan filter berikut ini :

gi-10

maka akan menghasilkan grafik seperti ini :

gi-07

dengan angka rata-rata :

gi-08

Sengaja saya pilih 5 issue yang paling sering menjadi perhatian sejumlah partai politik, yaitu bbm, pendidikan, pekerjaan, sembako dan kesehatan. Maka dari data di atas, kita bisa lihat issue apa yang paling banyak dibutuhkan (baca: dicari) oleh masyarakat (pengguna Internet) di Indonesia.

-

Penutup

Tentu saja temuan di atas tidak bisa digeneralisir. Kita tetap harus membubuhkan konteks pada data di atas. Misalnya, bagi pengguna Internet (dengan kemampuan finansial di atas rata-rata masyarakat umum), tentu hal yang terkait dengan informasi pendidikan dan kesehatan menjadi hal yang paling banyak dibutuhkan ketimbang sembako dan harga BBM misalnya. Sedangkan bagi orang kebanyakan, sembako dan harga BBM bisa jadi lebih penting ketimbang hal lainnya.

Tetapi sebagai PR, jika kita ingin menawarkan/menjelaskan/meyakinkan sesuatu kepada target kita (entah itu media, konstituen ataupun masyarakat luas), maka melalui “pintu” mereka para pengguna Internet adalah langkah yang cerdas. Sebab, para pengguna Internet yang notabene secara umum memiliki pendidikan dan/atau wawasan lebih baik, mereka kerap dijadikan rujukan (dan tempat bertanya) bagi masyarakat disekitarnya.

Jadi, kini Anda sudah bisa memulai menjalankan kegiatan aktifitas ke-PR-an Anda melalui/di dunia maya, tanpa harus meraba-raba dalam gelap lagi.

-dbu-


TAGS


-

Author

Follow Me