Cari Tahu (info budaya) dengan Jarimu…

24 Feb 2008

Voice Messages

Dalam lawatan ke Mobile World Congress 2008 di Barcelona, saya berkesempatan mampir ke Madrid dan Valencia. Saya mau share sedikit tentang pemanfaatan ICT untuk kehidupan sehari2 di kota tua tersebut. Gambar di atas adalah papan informasi di depan sebuah bangunan bersejarah di kota Valencia. Yang menarik adalah, pengunjung dapat menghubungi sebuah nomor telepon untuk mendapatkan keterangan tentang obyek wisata tertentu. Untuk di Indonesia, akan sangat menarik apabila di sejumlah obyek wisata, menggunakan fasilitas serupa. Bisnis modelnya pun beragam.

Tentunya tidak perlu harus voice-based, bisa juga berupa layanan hotspot + WAP/WEB ataupun SMS. Jadi turis atau peminat budaya, tinggal browsing pakai PDA/blackberry-nya atau kirim notifikasi dengan kode tertentu untuk mendapatkan keterangan singkat tentang obyek budaya yang dihadapannya.

Bisnis Model

Ini juga bisa jadi model bisnis baru. Kalau via SMS, ya berlakukan saja SMS premium. Misalnya Rp 1000 atau Rp 2000 untuk informasi singkat per obyek budaya, terdiri atas (misalnya) 3 x 160 karakter. Itung2 nyewa guide. Atau via SMS, kita bisa kirim pesan dengan kode khusus, yang intinya meminta informasi detil tentang obyek budaya tertentu dikirimkan ke e-mail kita (lengkap dengan teks dan foto, misalnya). Jadi kita cukup jepret2 pake kamera, kirim sms, dan saat di rumah/kantor, di e-mail kita sudah ada informasi lengkapnya.

Kalau via wap/web, pertama2 ya harus disediakan dulu layanan hotspot di sekitar obyek budaya tersebut. Lalu kunci hotspot tersebut agar hanya bisa mengakses ke situs informasi terkait. Lalu di situs tersebut bisa dipasang iklan tentang produk2 dari sponsor. Prinsipnya bisa up-selling atau cross-selling. Produk yang diiklankan/dijuwal ya harus sesuai dengan segmen yang mengakses situs informasi tersebut, yaitu mereka yang aware terhadap budaya atau travel. Misalnya, penawaran penjualan (atau diskon) merchandise, penginapan, paket tur, tiket transportasi, restoran, dll.

Nah, ada model lain, misalnya via voice. Ini bisa dengan cara nelpon ke nomor tertentu (dan mencet angka2) yang sudah direkam informasinya secara bilingual (voice automation?) dengan biaya misalnya Rp 1000 - Rp 2000 per menit. Atau bisa juga model call center, ada orang yang standby di depan komputer + database lengkap. Jadi kalau di telpon, pengunjung suatu obyek budaya bisa berinteraksi dengan real-human untuk tanya jawab.

-dbu- / donnybu / donny bu / donny b.u.


TAGS blackberry valencia sms wap web pda hotspot wireless


-

Author

Follow Me