Ngeblog di Server Lokal = Hemat + Cepat
Detikcom baru saja meluncurkan (lagi) salah satu layanannya, based on request dari komunitas pembaca. Layanan tersebut adalah Blog Detik yang beralamat di www.blogdetik.com. Sedikit kisah dibalik blog detik tersebut bisa dibaca selanjutnya.
Singkat kata, dengan ngeblog di Blog Detik, kita bisa menghemat bandwidth internasional (yang ujung2nya ya menghemat devisa). Selain itu, karena ditaruh di lokal, tentu saja mengaksesnya bisa lebih cepet. Khususnya buat blog yang memang mayoritas pembacanya adalah berdomisili di Indonesia. Sebab servernya ditaruh di lokal punya. Jadi gak harus muter2 dulu ke luar negeri, semisal kalo kita ngeblog di wordpress.com, blogger.com, dll.
Lalu jangan kuatir, walaupun “lokalan”, kualitasnya dijaga ketat. Maklumlah, pendekar2 yang menjaga mesin (baca: 3 server dedicated!) untuk blog ini, adalah pendekar2 yang sehari-hari terbukti mampu banting-tulang menjaga kestabilan server detikcom hingga pernah mencapai peak bandwidth usage 150 Mbps untuk menghantarkan sekitar 15,2 juta pageviews bagi 2,9 juta pengunjung pada tanggal 28 Januari 2008 (hari senin awal minggu, saat running berita Pak Harto meninggal) tanpa masalah yang berarti. “Big applause untuk teman2 IT Agrakom-Detikcom!”
Ini saya postingkan juga log detikcom pada tanggal tersebut di atas:
Tertulis pageviews (jumlah halaman dibuka/dibaca) : 15.167.272, dengan unique visitors (based on IP) : 147.166.
Note: 1 IP berdasarkan penjejakan dan penelitian, dapat diasumsikan digunakan oleh 20 orang (mayoritas pengakses Detikcom dari kantor). Jadi ada sekitar lebih dari 2,9 juta pengunjung saat itu. Adapun rata-rata pengunjung Detikcom per hari dalam kondisi normal adalah sekitar 2,5 juta pengunjung per hari.
Kisah di Balik
Ada beberapa kisah di balik kisah pra-peluncuran blog detik ini. Misalnya, walau simpel digunakan oleh end-user, aktifitas penyiapannya butuh tenaga dan pikiran ekstra. Ini kombinasi kerja bareng antara tim community publisher, tim kreatif, dan tim IT.
tim community publisher bagian ngurusin ntar blognya siapa targetnya, bagaimana meningkatkan jumlah subscriber, bagaimana feel-and-look-nya, dsbnya. lalu tim kreatif bagian menerjemahkan keinginan tim publisher menjadi disain halaman yang simpel, meaningful tetapi useful. kemudian tim IT inilah yang ngoprek engine wordpress agar bisa link-and-match dengan request dari kedua tim tadi.
kedepannya, sedang dipersiapkan berbagai bentuk skema model kerjasama yang akan ditawarkan kepada blogger di detik blog. dari model kerjasama untuk sindikasi banner, sindikasi berita dll. nanti tim yang lebih luas akan turut dilibatkan, termasuk dari tim marketing dan tim promosi.
bocoran dikit, nanti dengan sindikasi banner, blogger bisa memasang banner2 yang di-provide oleh detikcom (dengan syarat dan ketentuan berlaku, hehehehe…..) dengan mekanisme kerjasama yang win-win. kayak gimana modelnya, ya tunggu aja yah.
sedangkan untuk sindikasi berita, akan dimungkinkan ada berita di detikcom yang di feed ke blog detik, atau sebaliknya, ada konten di blog detik yang di feed ke halaman depan detikcom atau spesifik ke halaman depan kanal2 spesifik (detikinet, detikhot, detiksport, detikfood, detikfinance, dll).
jadi nantinya (masih nanti tapi yahhhh), direncanakan mereka yang ngeblog di blog detik, bisa request (via additional feature) apakah postingannya akan ditampilkan di halaman detikcom yang mana, sesuai dengan spesifikasi dan kualitas dari kontennya tersebut.
kalau yang saya pikir sih, model bisnisnya bisa begini: bagi blogger yang bersedia blog-nya dititipi banner dari detikcom, untuk sekian impressi dia akan mendapatkan possibility sekian persen untuk tertayangkan postingannya di halaman depan detikcom atau kanal2 spesifik. atau bisa aja sih, skema model bisnis lainnya.
-dbu- / donnybu / donny bu / donny b.u.
donnybu's GPS tracked








Ini terobosan bagus. Perlu ditiru oleh media-media besar lainnya. Dengan didukung perusahaan yang kuat di belakang server blognya, memberi rasa aman akan kelangsungan hidup situs blog lokal ini.
Permintaan fitur:
- Import blog dari blog lain seperti blogspot.com. Fitur ini sudah ada di wordpress.com. Lihat blog saya di quantan.wordpress.com, hasil import dari blogspot.com.
kalo emang engine-nya berbasis wordpress MU .. dipastikan fitur untuk import dari engine laen dipastikan bisa juga .. tinggal di aktifin aja ma om mimin
ma lumayan jika local .. jadi menaikkan bandwidth local dan ketergantungan konten luar neh …
mantabs
Suatu usaha yang bagus. Mudah mudahan kelak bisa menggunakan mesin sendiri.
Pelokalan Wordpress ke Bahasa Indonesia tolong dirapihin dong mas DBU
to mas teguh dan mas hendito: untuk fitur impor, kayaknya sedang terus disempurnakan. kalo impor dari wordpress.com ke blogdetik.com, sudah sukses saya lakukan. bisa ditengok di http://jurnalismaya.wordpress.com (blog awal) ke http://jurnalismaya.blogdetik.com (blog kini). saya sendiri belum berhasil mengimpor konten dari blog saya yang lain, di http://dekonstruksi.blogspot.com
to bli made (blogdokter): udah pake mesin sendiri kok. sementara ini baru dibackup oleh 3 mesin yang dedicated.
to mas danisatria: siap boss! saya akan sampaikan ke teman2 di detikcom yang in-charge.
Truz Extension ke, Detik Mail, Detik Search Engine, Detik VLOG..
Jangan lupa adain Events buat kasih awareness khalayak luas kalo sekarang udah jamanya Online Media
Selamat buat tim Detik terutama mas Donny BU atas “mainan” barunya ini. Semoga blogger di Indonesia jadi tambah rame, seperti yang diungkapkan petinggi negara pas di Pesta Blogger yaitu tahun 2008 bisa mencapai satu juta blogger.
Sebaiknya Blogdetik juga diberi fasilitas yang memudahkan untuk social networking seperti halnya MySpace, FS atau Facebook. Terlalu tinggi ya? Tapi kalau ingin survive, Blogdetik harus memiliki fasilitas yang unik.
Paman Tyo juga baru saja meluncurkan layanan blog baru DagDigDug, hampir bersamaan dengan blogdetik ini. Dagdigdug rencananya akan memberikan layanan ngeblog lewat SMS. Tentu kalau ini bukan masalah bagi DetikCom karena memiliki divisi content provider.
to mas andhee: sip mas. beberapa hal yang disebut di atas, sedang mulai di develop. untuk event, udah tau belum ntar teman2 pembaca, milis dan forum detikineter akan ada gathering di awal maret 2008? ntar saya posting di blog ini deh.
to mr.bambang: terimakasih atas masukannya. kalo dari hasil nguping2 ke tim IT, memang nanti versi wordpress yang dipasang sekarang, akan di-enhanced terus ke versi yang pro. rencananya nanti akan bisa add-friend, ngeblog via ponsel / e-mail, dll. trus saya juga mengucapkan selamat buat teman2 dagdigdug. saya sebenarnya diundang datang saat jumat kemaren saat launching informalnya. tetapi gak bisa hadir lantaran kena stuck traffik di daerah warung buncit - mampang. jadinya saya sama temen2 detikinet putar haluan, makan malem di foodfest di kemang + karaoke sampe jam 12-an malem
-dbu-
Belum taw.. Yauda kabar2in jangan lupa undang2
blogdetik memang mantafff, dengan adanya blog ini saya jadi bisa ngeblog walaupun bandwidth lokal, jadi pindahan deh dari http://topan-hidayat.blogspot.com ke http://topanhidayat2.blogdetik.com (bis tmpat saya kerja tidak diberi bandwidth internasionalnya mas)
ah, mas donny mestinya baca postingan om budi rahardjo juga di sini
“Lalu jangan kuatir, walaupun “lokalan”, kualitasnya dijaga ketat. Maklumlah, pendekar2 yang menjaga mesin (baca: 3 server dedicated!) untuk blog ini, adalah pendekar2 yang sehari-hari terbukti mampu banting-tulang menjaga kestabilan server detikcom” — janji ini ternyata tak terbukti
to ghatel: thanks mas, mudah2an blogdetik bisa jadi solusi untuk mereka yang ingin menghemat bandwidth internasional
to dagdigdug: yak tul, memang saat ini request ke blog detik sangat tinggi. saat ini membernya sekitar 1000-an username lebih. yang saya dapat info dari tim community publisher detikcom, server dan database untuk blogdetik saat ini sedang trus di tweak oleh temen2 IT. sebenarnya logika mudahnya sih seperti ini, jalan tol seharusnya lebih lancar ketimbang jalan non-tol. tetapi saking tingginya request lalu-lintas di jalan tol (padahal bayar mahal :P), eh macet juga. kadang2 malah lebih macet daripada jalan non-tol. tetapi ini bukan berarti bisa jadi alesan, bahwa lantaran request ke blog detik sangat tinggi kemudian “sah-sah saja” untuk down. yang pastinya, mau lewat jalan tol ataupun non-tol, sebenarnya khan your call. tetapi pastinya, mau dianggap sebagai layanan “tol” (premium) ataupun non-tol (reguler), blog detik kini terus ditingkatkan kualitasnya. kalau orang2 IT pasti paham, di sejumlah produk/layanan IT, kesempurnaan nyaris mustahil, apalagi di awal peluncuran. masih banyak kelemahan yang harus terus diperbaiki. kasus per kasus yang menimpa blog detik, tentu akan mematangkan pengelolanya untuk dapat melayani lebih baik lagi. pun, tentu saja saya atas nama temen2 detikcom mohon maaf apabila dalam meningkatkan pelayanan kepada pembaca/member, akan terdapat sejumlah hal yang dirasa kurang nyaman atau cenderung mengganggu. jadi, janji tersebut adalah pada komitmen untuk meminimalisir atau mengantisiasi terjadinya logical/technical error, yang nyaris tidak mungkin bisa konstan 0% dari waktu ke waktu
Saya senang dengan layanan blogdetik ini. Ngeblog di server lokal.. ya itu mengapa saya senang.. Loadnya jadi tidak berat (baik posting maupun membaca).
Btw, mengapa tidak menampilkan “yang terbanyak dibaca” di halaman depan mas? Rasanya lebih adil.. Jadi tidak hanya Blog Star yang nongkrong di halaman depan.., tapi “rakyat jelata” (halah.. bahasanya.. :D) juga nantinya bisa jadi “Blog Star”..
Harapan saya, nantinya tulisan - tulisan yang bermutu bisa nangkring di halaman depan blogdetik. *tanpa perlu dititipi banner
Cuma usul..
to okto silaban: saat ini halaman depan blogdetik sedang diredisain. jadi nanti yang bisa tampil di halaman depan akan lebih variatif. blog yang memang inspiratif dan informatif, akan dapat porsi tampil juga di halaman depan, sebagaimana blog star. btw, blog star yang ada saat ini konsepnya adalah “star” yang ngeblog, jadi bukan ngeblog untuk jadi “star”
kemudian soal banner, malah nanti blog yang tingkat kunjungannya cukup tinggi, akan ditawari skema kerjasama dengan detikcom dengan model bagi hasil. saat ini skema tersebut lagi digodok secar marathon oleh manajemen. tunggu tanggal mainnya….
-dbu-
Sipp.. walaupun halaman depan detikcom “belum” dirubah, tetapi halaman blogdetik.com disesuaikan dengan kebutuhan itu saya rasa sangat bagus. Salut..
Untuk skema banner & bagi hasil.., hhmmm.. Saya sempat hendak mengusulkan itu di komentar sebelumnya, tetapi rasanya terlalu lancang, karena ini menyangkut masalah model bisnis detikcom (yg notabene urusan internal Detikcom). Dan ternyata BlogDetik justru punya inisiatif bagus seperti ini. Salut sekali lagi.. Saya yakin bakal banyak yang akan ikut program ini nantinya
Ditunggu inovasi - inovasi lainnya Mas..
to okto silaban: untuk soal perubahan halaman detikcom, tunggu tanggal mainnya. coba tengok dulu http://www.detikinet.com dalam 1-2 minggu ke depan, kemudian disusul dengan keluarga detik yang lain :p sstt…. bocoran nih
-dbu-
[...] pada awal 2008 lalu. Dan entah kebetulan atau janjian, munculnya hampir bersamaan. Blog Detik pada 3 Februari 2008 dan dagdigdug pada 4 Februari 2008. Dan kebetulan juga atau tidak, sejumlah pendiri dagdigdug [...]