Yuk Bertanya-Jawab :)
mari langsung saja ke http://www.formspring.me/donnybu !
-dbu-
Filed under: Tak Berkategori | 1 Comment »
mari langsung saja ke http://www.formspring.me/donnybu !
-dbu-
Filed under: Tak Berkategori | 1 Comment »
(Dukung grup “Ekspresi Online Bukan Kriminal” di Facebook!)
Bahkan ada masanya kesabaran mendapatkan ujian yang paling tinggi, ketika magma kemarahan, kekesalan dan kekecewaaan mendapatkan momen untuk meledak. Internet, ibarat pipa kapiler, yang secara sunyi dan perlahan menyalurkan letupan-letupan ekspresi yang pada suatu masa niscaya berujung pada ledakan masif.
Ketika berkomunikasi termediasi dengan teknologi sedemikian rupa, maka kegamangan rentan terjadi. Kita lebih banyak “berbicara” melalui perantara e-mail, twitter, facebook dan messenger ketimbang menggunakan lidah dan mulut untuk menghasilkan ucapan yang terdengar.
Kita pun terasa lebih nyaman “berucap” dengan ujung jari, melalui keyboard laptop ataupun keypad BlackBerry, ketimbang harus menunjukkan bahasa tubuh (wajah) saat berkomunikasi.
Hal demikian mengakibatkan kita kehilangan total 93% faktor penting saat berkomunikasi, menurut sebuah penelitian seorang profesor dari UCLA, yaitu 38% faktor intonasi suara dan 55% faktor bahasa tubuh. Itulah faktor bahasa non-verbal yang hilang ketika kita berkomunikasi di dunia maya saat ini.
Filed under: Tak Berkategori | No Comments »
saat ini saya lagi transit di singapore, on the way ke kota sharm di egypt. saya akan mengikuti workshop tentang internet & freedom of expression (satu2nya wakil dari indonesia) yang diselenggarakan oleh opennet initiative (www.opennet.net). kebetulan saya adalah salah satu peneliti dari jejaring opennet initiative, khususnya untuk chapter indonesia.
pastinya saya akan sharing tentang online parliament ala facebooker indonesia untuk kasus dukungan ke bibit-chandra, kemudian soal uu ite pasal 27 ayat 3 yang banyak dikhawatirkan dapat menjadi penghambat kebebasan berekspresi secara online, serta kegiatan swadaya masyarakat semacam internet sehat (www.internetsehat.org).
setelah workshop yang akan berlangsung 3 hari (kamis, jumat, sabtu), saya akan langsung menghadiri acara Internet Governance Forum (www.intgovforum.org ). kayaknya sih, saya satu dari segelintir orang indonesia di acara IGF tersebut yang bukan dari pemerintah (depkominfo). di situ akan banyak sekali isu global terkait dengan perkembangan internet terkini.
rencananya saya akan kirim catatan2 terkait acara saya di kota sharm tersebut, ke situs www.detikinet.com. sila tunggu yaa
nb: oh ya, setelah transit dari singapore ini, dengan qatarairways, saya menuju ke doha. transit sebentar, lalu ke kairo. kemudian baru ganti pesawat lokal ke kota sharm. saya akan tiba di sharm, sekitar sore hari, tanggal 12 november 2009
-dbu-
Filed under: Tak Berkategori | 8 Comments »
Tahukah Anda, twitter adalah media informasi yang kali pertama menyebarluaskan informasi tentang gempa di Tasikmalaya, Rabu (02/09/2009)? Gempa terjadi sekitar pukul 14.56 WIB, tak lama setelah itu salah satu user twitter, JocelynLuhur, melakukan posting perdana di ranah twitter tentang kejadian tersebut. Kemudian 1 (satu) menit setelah itu, disusul infomasi dari salah satu media mainstream, detikcom. Dan uniknya, informasi di detikcom tersebut sangat singkat dan to the point! Silakan lihat screen capture berikut di bawah ini:
-dbu-
Filed under: Cyber Journalism, ICT & e-Business | 2 Comments »
Tahukah Anda kapan momen naik, puncak dan turunnya perhatian komunitas Internet Indonesia terhadap kasus Prita Mulyasari versus RS Omni International Alam Sutera Tangerang? Jawabannya, silakan klik gambar di sebelah kiri!
Tahukah Anda bahwa sebelum beredar ke aneka milis, untuk kali pertama keluhan Prita terhadap layanan RS Omni telah dilayangkannya ke sejumlah media massa (pertama kali dimuat adalah Detikcom, 30/8/2008 berjudul RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif dan Okezone, 03/09/2008 berjudul Penipuan OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang.
Tahukah Anda bahwa gerakan yang ada di masyarakat (public agenda) dengan dukungan Prita di Facebook ditambah dengan dukungan media massa (media agenda) menjadikan perhatian komunitas Internet Indonesia meningkat secara drastis? Dan tahukah Anda bahwa momen pengubahan penahanan prita di penjara di lembaga pemasyarakatan menjadi tahanan kota dan ditambah dengan momen sidang perdana di pengadilan negeri Tangerang, adalah masa puncak perhatian komunitas Internet di Indonesia (dan kemudian turun terus secara signifikan)? Silakan cermati grafik trafik pencarian “prita”!
Setelah putusan sela PN Tangerang yang membebaskan Prita dibatalkan oleh PT Tangerang, akankah Prita Mulyasari kembali mendapatkan perhatian (dan dukungan) dari komunitas Internet Indonesia sebesar saat pertama kali kasus ini menjadi agenda public + media? Kita lihat saja nanti…
-dbu-
Filed under: Cyber Journalism, ICT & e-Business, ICT Watch, Lecturing | 6 Comments »
Kalau ingin memasang di blog Anda, silakan langsung kunjungi http://www.widgetbox.com/widget/indonesia-unite
Widget ini bisa dipasang dengan mudah di sejumlah layanan blog. Kontennya antara lain berisi update postingan bertajuk #indonesiaunite dari Twitter, update informasi dengan kata kunci “indonesia” di GoogleNews, YahooNews, YouTube dan Blogosphere (via Technorati). Selain itu ada tambahan tentang konten “Internet Sehat“.
Widget lainnya: Internet Sehat (berhadiah 1 CD Internet Sehat), Detikcom Portal, Detikcommunity.
Filed under: Cyber Journalism, ICT & e-Business, Internet Sehat, Personal | 1 Comment »
Citizen Journalist (pewarta warga) memainkan peranan yang signifikan ketika terjadi tragedi Jumat berdarah di Jakarta, 17 Juli 2009, saat bom meledak di Hotel J.W. Marriott sekitar pukul 07.45 WIB dan Hotel Ritz Carlton sekitar pukul 07.50 WIB. Layanan social media semacam Facebook dan micro-blogging Twitter menjadi sumber informasi yang mendahului hampir seluruh media arus-utama (mainstream), ketika suatu peristiwa penting terjadi pada detik-detik pertama.
Artikel kali ini akan memaparkan secara ringkas tentang bagaimana saksi mata mengambil peran dan memposisikan dirinya sejajar dengan media arus-utama dalam konteks penyampaian informasi “breaking news“. Contoh penggunaan Twitter dan Facebook oleh saksi mata kejadian pemboman teroris di dua hotel mewah di Jakarta tersebut, juga dipaparkan untuk memberikan gambaran kronologi peran para pewarta warga. Konvergensi dan sinergi, adalah kata kuncinya. Bagaimana paparannya?
Filed under: Cyber Journalism, ICT & e-Business, Lecturing | Tagged: citizen journalism, facebook, indonesia unite, indonesiaunite, twitter | 20 Comments »
Internet Sehat mulai diakui internasional. Beberapa negara Asia akan menyontoh modelnya yang dianggap inspiratif. Bagaimana sejarahnya 7 tahun silam? Mengapa kini pakai embel-embel “rakyat”?
Pengakuan dan pujian diberikan oleh sejumlah peneliti dan aktifis bidang ICT (Information and Communication Technology) sesaat ketika saya usai memaparkan presentasi tentang penelitian perkembangan pemanfaatan media baru (Internet) dan kaitannya dengan kebebasan berekspresi di Indonesia. Salah satu poin yang saya paparkan adalah gerakan advokasi Internet Sehat versi rakyat (http://www.internetsehat.org) yang pro pada kebebasan berekspresi di Internet secara aman dan bijak, dengan pendekatan self-censorship dan pemberdayaan masyarakat.
Read more »
Filed under: ICT Watch, Internet Sehat | 3 Comments »

(donnybu @ PAN Conference, left-down side of the stairs, dark-green shirt)
Sekedar catatan kecil, setidaknya ada 5 hal yang “Indonesia Banget” serta menjadi sorotan para peneliti ICT se Asia-Pasifik dalam ajang PAN All Asia-Pacific Researchers Networking Conference (12-14 Juni 2009) dan Asia Open Net Initiative Researchers Workshop (15-17 Juni 2009) di Wawasan Open University, Penang - Malaysia. Ke-5 hal tersebut adalah:
berikut ini penjelasannya: Read more »
Filed under: ICT Watch, Internet Sehat, Personal, Travelling | 2 Comments »

Dunia Public Relation (PR) atau Hubungan Masyarakat (humas) mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dalam kasus sengketa antara RS Omni International Alam Sutera Tangerang dengan Prita Mulyasari. Dari kasus tersebut, tercontohkan dengan jelas bagaimana ketika semua “hanya” berawal dari sebuah ekspresi ketidakpuasan konsumen terhadap suatu produk atau layanan tertentu yang disampaikan secara online, yang kemudian tidak disikapi dengan bijak sejak dini, kemudian tumbuh menjadi subur dan meluas tanpa kendali hingga menjadi opini publik dan media
Bagaimana seharusnya praktisi kehumasan mengoptimalkan Internet untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang dapat memperburuk kredibilitas dan reputasi? Apa hubungannya dengan era “prosumer”?
Filed under: Cyber Journalism, ICT & e-Business, Lecturing | 3 Comments »